A: Tong. Aku suka dengan lagu-lagu kamu. Anggota DPR terpilih kamu bilang ngibul. Anggota DRR khusuk memikirkan soal rakyat kau bilang tidur. Politikus kau sebut binatang. Yang menggusur pribumi kau sebut hewan. Tapi aku lebih suka kamu duduk manis di rumah sambil menimang cucu dan rekening kamu tetap terisi. Malah lebih banyak daripada kamu menjual suaramu yang fals dan tidak laku lagi.
B: Jadi saya tidak boleh bernyanyi lagi?
A: Ya bolehlah. Tapi lagumu diganti.
B: Kalau lagunya di sini senang di sana senang boleh tidak?
A: Ya bolehlah. Nanti kalau orang sudah lupa, kaku bisa nyalon.
B: Aduh pak. Saya jarang ke salon. Mentahnya saja boleh tidak?