Masih jaman ya gambar 2 dimensi? Planetbiru adalah media sosial dengan dukungan Panorama derajat yang memberikan Anda pengalaman baru dalam berbagi. Buat akun Anda sekarang juga dan bagikan pengalaman seru Anda. Gratis untuk selamanya.

Laki-Laki (15)
Laki-Laki (18)
Laki-Laki (15)
Laki-Laki (16)
Perempuan (18)
Perempuan (18)
Perempuan (19)
Perempuan (16)
Perempuan (22)

Postingan Terbaru

  • 5 hari

    Kamu cantik
    1 Suka
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 5 hari

    Selamat hari Raya Idul Fitri
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 6 hari

    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Apa saja
    1 Suka
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Ternyata ini lho yang dinamakan mandi kucing
    1 Suka
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Selalu tampil beda.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Indonesia Dipercaya Selenggarakan Hackathon Global Pertama

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dari sekian banyak ajang hackathon di Indonesia, Alcatel Lucent Enterprise (ALE) memberikan satu hal berbeda. ALE Hackathon Indonesia 2018 diselenggarakan dengan dukungan platform Rainbow, yakni solusi cloud hybrid dengan layanan komunikasi dan kolaborasi mumpuni. Country Manager of ACA Pacific ALE Wiranto mengatakan, para developer atau pengembang ditantang membuat aplikasi mobile di atas platform Rainbow. "Mereka harus membuat fitur menjadi lebih maksimal di dalam Rainbow yang berperan sebagai relationship machine," kata Wiranto dalam acara Peluncuran ALE Hackathon Indonesia 2018 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Aplikasi tersebut harus bisa menghubungkan manusia, bisnis, dan perusahaan. Wiranto menjelaskan, ini menjadi pertama kalinya bagi Alcatel menyelenggarakan hackathon di dunia. Indonesia terpilih sebagai negara penyelenggara pertama karena dinilai potensial dari segi bisnis dan pengembangan aplikasi di era digital. Kegiatan hackathon juga menjadi upaya menuju transformasi digital, khususnya dalam pengembangan tenaga manusia, sistem pendanaan, infrastruktur, serta keamanan siber. Penyelenggaraan hackathon dari Alcatel akan melalui empat tahap, yakni pre-kualifikasi, kualifikasi, semi final, dan final. Para peserta wajib membuat proposal dan melakukan pengembangan aplikasi dengan bantuan bimbingan dari para ahli. Alcatel akan memilih 50 konsep proposal menarik, dan mendaparkan tiga pemenang dari kompetisi. "Target awal kami hanya 100 proposal yang paling menarik tahun ini," lanjut Wiranto. Para tim juri terdiri dari ALE Rainbow Engavelist, pakar vertikal, dan ALE International Developer Team. Peserta wajib menggunakan sebanyak mungkin fitur Rainbow yang telah tersedia di dalam platform. Hackathon Alcatel 2018 akan berlangsung pada Mei, hingga mendapatkan juara pada September mendatang. Pemenang akan mendapat hadiah uang tunai, serta berkesempatan mendapatkan coaching di Paris, Prancis, bersama para ahli teknologi. Alcatel tidak akan mengambil hak cipta aplikasi para pemenang sehingga hak paten tetap menjadi milik para pembuatnya. Namun Alcatel akan membantu dari segi pemasaran aplikasi, khususnya bagi para pengguna dan pelanggan Alcatel.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 10 hari

    Yo
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 10 hari

    Usianya Baru 11 Tahun Tapi Sudah Jadi Dosen Termuda

    POSBELITUNG.COM - Di Pakistan, hampir 60 ribu anak lahir dari keluarga pengungsi Afghanistan setiap tahunnya. Anak-anak itu tidak bisa bersekolah dan harus bekerja membantu keluarga. Akibatnya anak-anak itu tidak mendapat pendidikan yang layak. Tapi di Peshawar, ada seorang anak ajaib berasal dari keluarga pengungsi sangat cerdas dan menjadi guru termuda se-Pakistan. Lalu, siapa anak tersebut? Berikut kisah lengkapnya seperti yang dilansir dari Program Asia Calling produksi Kantor Berita Indonesia (KBR). Sabawoon Nangarahi baru berusia 11 tahun. Dia memakai pakaian yang tidak biasa bagi anak seusianya, jas dan dasi. Meski masih sangat muda, cara bicara Sabawoon jauh melampaui usianya. Komentar cerdas dan kutipan dari beberapa bahasa terlontar dari mulutnya. Anak laki-laki ini bicara seperti seorang profesor senior. Rupanya Sabawoon merupakan dosen kampus University of Spoken English di Peshawar. Kampus ini terletak 80 kilometer dari Perbatasan Afghanistan. Rata-rata usia mahasiswa dua atau tiga kali lebih tua dari Sabawoon, namun mereka menyebutnya adalah guru termuda di dunia. “Dia jauh lebih muda dari kami tapi pengetahuannya luas dan bijaksana. Saya juga puas dengan gaya mengajarnya,” kata Zakir Khan, pria berusia 28 tahun yang mengikuti kelas IT Sabawoon. “Dia bisa menjelaskan pelajaran dengan baik. Dan dia membagikan informasi dari Google dan YouTube, yang jarang dilakukan guru lain. Kualitas ini membuatnya jadi guru terbaik,” tutur Zakir. Dinding sekolah ditutupi dengan ungkapan dalam bahasa Inggris dan kutipan dari ilmuwan terkemuka dan pemimpin dunia. Salah satunya berbunyi ‘Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat’. Dan ini sepertinya cocok dengan Sabawoon. Sabawoon mengaku sudah mengajar sejak usia sembilan tahun.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 11 hari

    Info Loker Location Medan .....?
    Balas Suka Tidak Suka Netral